Selasa, 07 Agustus 2012

BAKTI SOSIAL, TINGKATKAN AMAL DAN SILATURAHMI

Panitia, Dewan Guru dan Pihak Panti Asuhan

Bulan Ramadhan rasanya kurang bermakna apabila kita lewati tanpa suatu hal yang berguna. Begitu juga bagi SMP Negeri 21 Pontianak. Bakti sosial ke Panti Asuhan menjadi salah satu agenda program kerja OSIS SMP Negeri 21 Pontianak dalam mengisi Bulan Suci Ramadhan tahun ini. Dengan mengusung tema “Melalui Bakti Sosial,tingkatkan amal dan tali silaturahmi” kegiatan ini tentunya bertujuan untuk meningkatkan rasa kepedulian seluruh siswa SMP Negeri 21 terhadap sesama di lingkungan sosialnya. Kegiatan ini sendiri tercetus berkat adanya ide dari OSIS bersama Guru PAI SMP Negeri 21 Pontianak.
Segala hal yang diperlukan guna kelancaran pelaksanaan kegiatan ini sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Mulai dari kepanitian, lokasi tujuan, waktu pelaksanaan, sampai pengumpulan sumbangan sudah dipersiapkan. 
Setelah melakukan survei lokasi , akhirnya tujuan kegiatan ini jatuh pada Yayasan Panti Asuhan Hidayatul Muslimin 2 yang bertempat di Parit Pak Reweng, Desa Kapur, Kec. Sui.Raya, Kab. Kubu Raya .
Untuk pengumpulan sumbangan, sebenarnya OSIS telah bekerja sama dengan guru PAI, untuk memanfaatkan uang Infaq yang dikumpulkan siswa rutin setiap hari Jumat. Namun, siswa siswi yang lain rasanya kurang puas jika tak turun langsung dalam memberikan sumbangan untuk kegiatan Bakti Sosial ini. Karena hal inilah, Panitia juga memberikan kesempatan kepada seluruh siswa untuk memberikan sumbangannya langsung melalui panitia. Dan hal ini tentunya mendapat respon yang baik dari seluruh siswa. Setelah memberikan pengumuman ke kelas-kelas pada Selasa (31/7), mulailah berdatangan sumbangan dari para  ‘Dermawan Cilik’dari kalangan siswa. Pengumpulan sumbangan sendiri berakhir pada Kamis (2/8). Sumbangan yang diberikan oleh para siswa antara lain berupa Sembako, Pakaian, Uang dan lain-lain yang jumlahnya sangat banyak!.Alhamdulillah. Jika di hitung-hitung menghabiskan belasan kardus untuk menampung semuanya.
Sumbangan yang diberikan

Panitia cukup kewalahan dalam menangani sumbangan ini. Namun berkat kerjasama, niat dan tekad yang kuat, semuanya dapat terselesaikan.  Setelah berkoordinasi dengan pihak Panti, akhirnya penyerahan sumbangan  diputuskan dilaksanakan pada hari Sabtu,(4/8)  pada pukul 10.30 WIB di Asrama Putri.
Jarak dari sekolah ke Panti Asuhan dan medan yang dilalui tak mudah. Dengan dihadiri oleh OSIS, Guru PAI, yaitu Ibu Helda S.Ag dan Ibu Khomsatun, S.Pd beserta perwakilan dari HUMAS SMP Negeri 21 Pontianak yaitu Ibu Neti Herwati, S.Pd kegiatan ini sukses dilaksanakan.
Penyerahan sumbangan secara simbolis, diserahkan oleh Ketua OSIS SMP Negeri 21, Fathur Hafizhi kepada pengurus Panti.
Pihak sekolah dan panitia berharap kegiatan ini dapat rutin dilakukan.
“Kegiatan ini baru pertama dilaksanakan, tentunya kami berharap tak hanya pada tahun ini, melainkan dapat dilanjutkan di tahun-tahun mendatang atau mungkin rutin dilakukan. Kegiatan ini sangat bermanfaat, selain sebagai amal, kegiatan ini juga bermanfaat untuk mendukung pendidikan karakter bangsa, yaitu Peduli atau Kepedulian terhadap sesama”demikian ungkap Panitia.



Posting By : Fathur Hafizhi

BERSATU BANGSAKU, MERDEKA NEGERIKU!

Kemerdekaan Indonesia bukan di raih dengan mudah, melainkan melalui perjuangan dan kerja keras bangsa Indonesia. Selama lebih dari 350 tahun Indonesia terbelenggu penjajahan, dan susah payah untuk mencapai kemerdekaan.. Saat penjajahan Jepang yang merenggut segenap kekayaan dan harga diri bangsa, tiba-tiba Amerika Serikat membombardir salah satu kota utama negara penjajah itu. Pada tanggal 6 Agustus 1945 kota Hiroshima luluh lantah oleh bom atom Amerika. Setelah itu tiga hari kemudian tepatnya tanggal 9 Agustus 1945 kota Nagasaki lah yang porak poranda oleh bom atom kedua Amerika.
Keadaan ini membuat Jepang menyerah tanpa syarat pada Sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945 di perang dunia ke II. Kesempatan ini dimanfaatkan bangsa Indonesia untuk memepersiapkan proklamasi kemerdekaan. Dan dibentuklah BPUPKI untuk menyelenggarakan upacara proklamasi kemerdekaan Indonesia.
 Untuk memproklamasikan kemerdekaan, itupun tak mudah, terjadi perbedaan perspektif antara golongan muda dan golongan tua saat itu. Terjadilah peristiwa Rengasdengklok (pengasingan Soekarno Hatta ke Rengasdengklok)sampai detik-detik proklamasi yang akhirnya diselesaikan dengan pembacaan naskah proklamasi oleh Bung Karno pada tanggal 17 Agustus 1945 di kediaman

 Ir. Soekarno tepatnya di Jl.Pegangsaan Timur no. 56 Jakarta , dan ini artinya seluruh warga negaranya telah siap berjuang untuk membela mati-matian guna mempertahankan kemerdekaan bangsa ini.
Namun, ada satu negara penjajah yang masih belum rela dengan kemerdekaan ini, yaitu Belanda. Setelah Indonesia menyatakan kemerdekaannya, Belanda tak lantas membiarkan itu semua. Bahkan Belanda masih melancarkan agresi-agresinya ke wilayah Indonesia. Tapi “Merdeka....sekali merdeka tetap merdeka, selama hayat masih di kandung badan!” Bangsa Indonesia tak boleh menyerah!
Pernyataan resmi Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia adalah setelah 60 tahun proklamasi kemerdekaan Indonesia yaitu pada tanggal 16 Agustus 2005 dengan hadirnya menlu Belanda, Bernand Rudolf Bot pada peringatan kemerdekaan RI.

Bahkan, menurut sumber yang kami dapatkan generasi-generasi Belanda saat ini, sungguh menyesali perbuatan nenek moyang mereka kepada Indonesia. Mereka banyak belajar sejarah tentang penjajahan nenek moyang mereka terhadap Indonesia. Oleh karena itu, terdengar kabar bahwa generasi Belanda akan meminta maaf atas apa yang telah terjadi silam. Kita tunggu saja....
Kemerdekaan Indonesia diraih bukan hanya dengan
keringat, tetapi juga tumpahan darah para pahlawan . Sudah 350 tahun bangsa ini merasakan belenggu ketidak bebasan. Lalu setelah proklamasi kemerdekaan, sekarang, kita sudah benar-benar merdeka?
Menurut kami, TIDAK! Bangsa Indonesia masih harus melawan penjajah-penjajah dari Indonesia sendiri.  Sangat miris di zaman merdeka seperti ini, masih banyak rakyat Indonesia masih terpuruk terkungkung kemiskinan. Masih banyak anak-anak yang menderita busung lapar, negara agraris yang masih impor beras, utang yang menumpuk dan korupsi yang masih merajalela bahkan membudaya di kalangan kita.
Bagaimana kita seharusnya menghayati serta menghargai kemerdekaan bangsa Indonesia???
Kami mengajak teman-teman semua, untuk tetap berpegang teguh pada prinsip Pancasila, semboyan Bhinneka Tunggal Ika dan menanamkan moral dan budaya luhur kita.
MARI, BERSATU BANGSAKU! MERDEKA NEGERIKU! HIDUP INDONESIAKU!
MERDEKA!!!